Ibu Adalah Guru Terbaik Bagi Anaknya

Pada masa kini kita sering mendengar kata-kata bahwa dalam mencari jodoh diperlukan bibit, bebet, dan bobotnya. Ungkapan tersebut sangat terkenal di Indonesia. Namun apa kalian tahu bahwa ternyata hal serupa pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad saw.?

Rasulullah saw. bersabda:

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya karena jika tidak binasalah kamu (HR.Bukhari-Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan betapa pentingnya peran seorang wanita dalam berkeluarga karena ia tak hanya akan mengurus dan berbakti kepada suaminya, melainkan mengasuh dan membesarkan anak-anaknya kelak dengan kasih sayang serta bekal ilmu yang bermanfaat bagi mereka.

“Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik pula. Lantas apa hubungannya dengan bahasan kali ini?

Jika perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik lalu mereka membangun sebuah keluarga berdasarkan syariat Islam, maka mereka akan menghasilkan anak-anak yang baik pula. Sangat jelas peran wanita sangat penting, terlebih wanita dengan akhlak al-karimah.

“Tiada seorang anak pun yang lahir, kecuali ia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu baragama yahudi, nasrani, atau majusi. “ (HR. Bukhari – Muslim).

istimewa

Semua anak terlahir tanpa dosa dan tanpa ilmu, orang tualah yang berperan mengenalkan dunia kepadanya dan mengenalkannya kepada dunia.

Setelah mengandung dan melahirkan, tugas penting dari seorang ibu tidaklah selesai tetapi baru saja dimulai. Seorang ibu bertugas mengasuh, menyayangi, mendidik, serta memberitahu segalanya kepada anaknya. Tentunya harus sesuai dengan syariat Islam.

istimewa

Seorang anak yang terbiasa diperlakukan lemah lembut oleh ibunya akan terbiasa dengan kelembutan sehingga sikapnya pun akan memiliki sisi tersebut. Sedangkan seorang anak yang terbiasa diperlakukan kasar akan terbiasa dengan hal tersebut sehingga ia menganggap berperilaku kasar adalah hal yang biasa.

Ibu mengajarkan anaknya berbicara dengan bahasa yang santun, makan dengan tangan kanan, minum haruslah dalam posisi duduk, bersalaman dengan orang yang lebih tua, mengucap salam saat masuk ke rumah, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang dapat membentuk karakter anak menjadi sosok yang baik dan santun.

istimewa

Ibu adalah guru bagi anaknya. Bukan berarti seorang ibu harus berprofesi sebagai guru karena sebelum kita memasuki fase sekolah pun, ibu kita terlebih dahulu mengajarkan bagaimana menggunakan anggota tubuh kita.

Kita tidak mempelajari cara untuk berbicara di sekolah karena ibu sudah mengajarkannya sejak kita terlahir di dunia. Kita tidak belajar berjalan bersama guru di kelas karena orang tua kita sudah terlebih dahulu mengajarkan dan membimbing kita dengan penuh kesabaran.

istimewa

Sungguh betapa besar dan vital peran seorang ibu dalam membentuk garis keturunan yang baik. Tak heran jika Islam memberikan tempat yang mulia bagi para ibu. Sampai akhir hidup pun pengorbanan dan semua yang ibu berikan kepada kita tak akan dapat terbalas meskipun digantikan dengan dunia dan seluruh isinya atau bahkan nyawa kita sendiri.

Namun seorang ibu tak pernah menuntut balasan. Ia hanya menginginkan agar anaknya tetap beriman dan berada di jalan yang benar serta dapat menikmati indahnya surga bersama.

Sebagai seorang anak, tentunya kita tidak boleh melupakan jasa orang tua kita. Mereka mungkin tidak menuntut balasan, tetapi tanpa mereka, kita hanyalah seonggok daging bernyawa yang tak tahu arah.

You may also like...