Ibu Bekerja Itu Keren!

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). Dan karena mereka (laki-laki) menafkahkan sebagian harta mereka…”

Ayat di atas yang terdapat pada Al-Qur’an Surah An-Nisaa ayat 34 tersebut menyiratkan bahwa mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan hidup secara lahir dan batik adalah tugas suami atau ayah. Sementara tugas utama seorang istri atau ibu adalah mengurus segala kebutuhan rumah tangga.

Dapat dikatakan bahwa wilayah wanita adalah rumah , sedangkan wilayah pria adalah luar rumah.

Namun nyatanya pada masa kini sering kita jumpai para wanita ataupun ibu-ibu bekerja di luar rumah. Sebagai agama yang paling lengkap dan paling baik dalam mengatur seluruh sendi kehidupan, Islam tidak melarang hal tersebut. Hanya saja seorang ibu lebih disarankan untuk berada di rumah.

Seperti yang dijelaskan pada ayat berikut.

“..dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.” (QS: Al Ahzaab : 33).

Para ulama bersepakat bahwa hokum bagi wanita (dalam hal ini adalah seorang ibu) bekerja di luar rumah adalah mubah atau boleh. Hal itu disebabkan karena kebutuhan yang mendasarinya. Diantaranya adalah:

  1. Membantu suami mencari nafkah

Terkadang meskipun suami sudah bekerja, masih terdapat kebutuhan keluarga yang belum terpenuhi. Inilah yang sering menjadi alasan utama para kaum ibu untuk memutuskan bekerja di luar rumah. Para ibu dengan sukarela dan senang hati membantu suami mereka dalam menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

  1. Terpaksa bekerja karena tidak ada suami

Saat seorang ibu menjadi orang tua tunggal karena bercerai atau wafat suaminya, tentunya ia mengambil alih peran suami sebagai tulang punggung dan kepala keluarga. Mau tidak mau ia harus memenuhi dua peran sekaligus, sebagai ayah dan sebagai ibu. Sungguh berat peran ibu tersebut karena harus mencari nafkah serta mengurus keluarga.

  1. Mengaplikasikan ilmu demi masyarakat

    istimewa

    Wanita bisa mengaplikasikan ilmunya (Sumber: 123rf)

Pekerjaan-pekerjaan seperti guru, dokter, dosen, perawat, dan lain sebagainya tentunya sangat diperlukan oleh masyarakat. Seorang ibu harus rela memberikan dedikasi atas ilmunya kepada masyarakat, namun itu tidak membuatnya terlepas dari tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Ia harus tetap mengurus anak dan suami sebagaimana kodratnya.

Meskipun ulama memperbolehkan bagi seorang ibu untuk bekerja, tentunya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para ibu yang memutuskan untuk bekerja di luar rumah. Yaitu:

  • Bekerja atas izin suami atau keluarga
  • Tidak berikhtilat dan membuka aurat
  • Tetap mengutamakan keluarga
  • Tetap melaksanakan peran sebagai istri dan ibu
  • Bekerja sesuai aturan Islam

Seorang ibu yang memutuskan bekerja pasti memiliki alasan dibaliknya. Jangan membenarkan stigma bahwa seorang ibu yang bekerja tidaklah peduli dengan suami dan anaknya. Meninggalkan anak di rumah bukan hal yang mudah untuk dilakukan seorang ibu.
istimewa

Bagi para ibu yang bekerja di rumah, sungguh mulia karena dapat mengatur waktu sedemikian baiknya sehingga dapat mengurus anak sembari membantu suami dalam menafkahi keluarga.

Tak ada yang salah bagi seorang ibu untuk bekerja selama niat yang dimiliki tidak bertentangan dengan syariah dan atas izin suami serta keluarga. Sudah terbukti banyak ibu yang sukses dalam pekerjaan namun tetap menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarga. Kembali ke niat dan tetap taat, maka Allah swt. Akan mempermudah segala urusan.

You may also like...