Kriminalitas Anak Meningkat, Seberapa Penting Pendidikan Agama Sejak Dini?

Di era perkembangan jaman yang semakin pesat ini, banyak sekali kasus kriminal yang terjadi di lingkungan masyarakat, seperti kekerasan seksual, pornografi, pencurian dan pembunuhan. Bahkan mirisnya, beberapa pelaku aksi tersebut merupakan anak-anak yang masih di bawah umur seperti yang tengah hangat diberitakan baru-baru ini bahwa terjadi penganiayaan seorang guru hingga tewas dimana pelaku merupakan siswanya sendiri.

Selain itu, dengan adanya kemajuan di bidang teknologi saat ini semakin memudahkan anak-anak untuk mengakses sosial media maupun laman website. Akses terhadap dunia maya yang tidak terkontrol akan berujung pada kasus pornografi seperti yang menimpa anak SD pada awal 2017 lalu.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti konkrit bahwa kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan penanaman karakter yang baik pada anak akan memicu adanya kemrosotan moral yang terjadi di lingkungan. Tentu saja dalam hal ini orang tua menjadi salah satu faktor penting yang berperan dalam pembentukan karakter anak.

Agama sebagai Dasar Pembentukan Karakter Anak

istimewa

Usia anak-anak merupakan usia dengan kondisi yang sangat rentan dimana mereka masih belum mampu membedakan mana tindakan yang baik dan buruk sehingga sangat dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya. Kondisi lingkungan yang tidak kondusif cenderung menjerumuskan anak menjadi seorang kriminal. Namun, perlu diketahui bahwasanya faktor utama yang paling mempengaruhi yaitu pendidikan agama yang dilakukan sejak ini.

Agama merupakan pondasi dari kehidupan yang di dalamnya diajarkan bagaimana manusia dapat hidup dengan baik di dunia ini. Setiap agama selalu mengajarkan umatnya untuk melaksanakan kebaikan dan meninggalkan segala bentuk keburukan. Pendidikan agama yang kuat akan membentuk karakter yang baik pada anak yang akan terus diterapkan dimanapun dan kapanpun sampai mereka dewasa dan tua. Mereka akan selalu berfiikir sebelum bertindak, bahkan selalu ingat bahwasannya setiap perbuatan yang dilakukan senantiasa diketahui oleh Tuhan YME.

Anak yang memiliki keimanan terhadap agamanya pasti akan mempercayai bahwa setiap perbuatan buruk yang dilakukan akan mendapat dosa dan balasan kelak di akhirat sehingga akan menjaga setiap lisan mupun tindakannya sehari-hari. Jika digambarkan, agama ibarat sebuah reminder atau alarm kehidupan.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan agama yang kuat dimana mereka cenderung tidak peduli terhadap dosa yang akan didapatkan jika melakukan keburukan, melainkan hanya memikirkan kesenangan yang di dapatkan.

Keluarga sebagai Wadah Pendidikan Agama Sejak Dini

istimewa

Anak yang baru saja dilahirkan ibarat sebuah kertas yang masih bersih dan bisa dilukis apa saja di atasnya. Oleh sebab itu, keluarga berperan penting dalam mengisi kertas yang masih kosong tersebut dengan berbagai pendidikan dasar untuk membentuk karakter sang anak sejak usia dini, salah satunya yaitu pendidikan agama.

Pendidikan agama yang harus diterapkan kepada anak meliputi pendidikan akidah, ibadah dan akhlak. Pendidikan akidah merupakan pembentukan keimanan terhadap agama dan Tuhan. Pedidikan ibadah yaitu menekankan pada tindakan yang dilakukan sebagai bentuk keimanan terhadap suatu agama seperti solat dan puasa untuk agama Islam. Pendidikan akhlak yaitu mengajarkan anak membentuk pribadi yang baik.

Meskipun telah banyak lembaga pendidikan sebagai salah satu tempat anak-anak untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan agama maupun moral, mereka hanya bersifat membantu, namun orang tua merupakan sosok yang paling dekat dan cenderung lebih bisa diterima oleh anak.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama sangat penting untuk membantu membentuk karakter anak ke arah yang lebih baik.

You may also like...