Surga di Telapak Kaki Ibu, apakah benar?

Pada tahun 2016 lalu tayang sebuah film berjudul “Surga Di Telapak Kaki Ibu” yang dibintangi oleh Uniqe Prissila sebagai ibu dan Jessica Mila sebagai anak. Film tersebut diangkat dari kisah legenda Malin Kundang namun dikemas dengan cara yang berbeda.

istimewa

poster film surga dibawah telapak kaki Ibu

Lantas mengapa judul dari Film tersebut adalah “Surga Di Telapak Kaki Ibu”? Memangnya benar kalau surga berada di telapak kaki ibu?

Kata-kata surga berada di telapak kaki ibu berasal dari hadits. Terdapat beberapa hadits yang membahasnya, namun ada yang berderajat lemah. Salah satu hadits yang hasan yaitu berbunyi sebagai berikut.

Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.”

Ungkapan tersebut sesungguhnya diartikan sebagai keistimewaan sosok ibu di mata Islam. Sebagai agama yang sangat menjunjung kaum wanita, Islam memberikan tempat bagi para ibu untuk diperlakukan special.

Bahkan di Arab terdapat sebuah ungkapan yang berbunyi, ‘jika kalian ingin mengetahui bagaimana seorang laki-laki memperlakukan istrinya, lihatlah bagaimana ia memperlakukan ibunya’.

Menjadi seorang ibu tentunya adalah anugerah yang sangat besar bagi seorang wanita. Saat menjadi seorang ibu, wanita akan diperlakukan sangat special dan sangat disayangi. Hal inilah yang membuat orang-orang dari agama lain sangat kagum terhadap bagaimana Islam mengatur Muslim untuk memperlakukan ibu mereka.

Terdapat sebuah hadits yang membahas mengenai keistimewaan seorang ibu.

Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah. Dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak saya hormati?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Orang tersebut bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Setelah itu siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Orang tersebut bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Akhirnya Rasulullah pun menjawab, “Kemudian ayahmu,” (HR. Muslim).

Alasan mengapa seorang ibu sangat dimuliakan hingga disebut tiga kali oleh Rasulullah saw. ialah beratnya perjuangan seorang ibu sejak mengandung hingga melahirkan. Selama Sembilan bulan seorang ibu mengandung bayi yang selalu ia bawa kemanapun, bahkan beban berat yang ia rasakan pun tetap membuatnya mempertahankan bayinya dengan penuh kasih saying hingga waktunya melahirkan.

Tidak cukup hanya mengandung, saat melahirkan adalah saat yang paling dinantikan sekaligus ditakutkan bagi seluruh ibu di dunia. Tak ada bedanya baik yang memilih cara normal ataupun operasi karena keduanya sama-sama beresiko tinggi. Namun tak ada ibu yang tak ingin melahirkan meskipun banyak diantara mereka yang harus gugur dan tutup usia.

istimewa

kasih sayang seorang ibu kepada anaknya sepanjang masa

Perjuangan selanjutnya dimulai saat ibu harus mengenalkan anaknya kepada dunia. Ia harus mengajari anaknya tentang banyak hal. Ibu sangat bertanggung jawab atas masa kecil yang membentuk kenangan dan kepribadian anak-anaknya.

Tak hanya membesarkan anak dengan kasih saying, ibu pun tetap harus mengurus suami, keluarga, rumah tangga, dan tak sedikit ibu yang harus membantu suami mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Maka dari itu lah Islam mengibaratkan surga di telapak kaki ibu. Kita harus mencintai dan memperlakukan ibu sebaik mungkin, meskipun jika ia bukanlah Muslim.

Tak ada alasan untuk memberikan ibu cinta dan kasih saying yang berlimpah. Namun tidak ada pula alasan untuk tidak memuliakan ayah karena ia lah yang mengenalkan dunia kepada kita.

 

 

You may also like...