Perbedaan Mandi Junub, Mandi Besar dan Mandi Sunnah

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah mandi besar, atau mandi junub. Istilah ini berkembang begitu saja dalam masyarakat kita, sehingga pemahaman kita tentang mandi besar dan mandi junub bersifat taken for granted (gethok tular).

Arti Mandi Junub

Artinya pengetahuan kita mengenai mandi besar hanya sepotong-sepotong sesuai informasi yang masuk kepada telinga kita, itu pun bersifat informatif belaka, bisa dari teman, orang tua atau juga tetangga.

Cara untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri adalah dengan mandi dan berwudhu. Namun, dalam islam dikenal dengan istilah mandi wajib. Mandi wajib ini adalah sebuah aturan dari Allah untuk umat muslim dalam kondisi tertentu dan syarat tertentu.

mandi junub

Makna Mandi Junub

Bagaimana sebetulnya mandi wajib dan cara untuk melaksanakannya, akan dibahas dalam artikel di bawah ini.

Dalam bahasa arab, mandi berasal dari kata Al-Ghuslu, yang artinya mengalirkan air pada sesuatu. Menurut istilah, Al-Ghuslu adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus bertujuan untuk menghilangkan hadast besar.  

Mandi wajib dalam islam ditujukan untuk membersihkan diri sekaligus mensucikan diri dari segala najis atau kotoran yang menempel pada tubuh manusia. Untuk itu, mandi wajib diharuskan sebagaimana dalam Ayat diatas.

Mandi besar dalam masyarakat kita menjadi lawan dari mandi biasa. Artinya mandi keseharian yang biasa dilakukan untuk membersihkan dan menyegarkan badan.

Sedangkan mandi besar merujuk pada mandi wajib yang dilakukan untuk menghilangkan hadats besar karena bersetubuh atau keluar mani. Kedua hal inilah yang dalam istilah fiqih disebut al-jinabat.

Dinamakan jinabat karena keduanya baik bersetbuh ataupun keuar mani menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah (sholat, thowaf baca al-qur’an) atau dalam keterangan al-Munawi dinamakan jinabat karena jauh dari suci dan hanya bisa kembali suci setelah mandi.

Jika demikian pemahamannya, maka mandi besar jauh lebih luas dari sekedar mandi junub. Karena masih ada empat hal lagi yang mengharuskan seseorang mandi wajib yaitu ketika Haidh (datang bulan), Nifas (mengeluarkan darah setelah melahirkan),Melahirkan dan juga Mati (bukan mati syahid). 

Cara Mandi Junub

Adapun tata cara mandi harus sesuai dengan fardhunya yang tiga hal; pertama Niat. Kedua Menghilangkan najis bila terdapat pada tubuhnya. ketiga Meratakan air ke seluruh rambut dan kulit.

Adapun dalam melaksanakan mandi itu ada beberapa kesunatan yang hendaknya dilaksanakan untuk mendapatkan keutamaan, yaitu:

  • 1) Membaca bismillah.
  • 2) Berwudhu sebelum mandi.
  • 3) Menggosokkan tangan keseluruh tubuh.
  • 4) Tidak memutus aliran air pada badan pada saat meratakannya.
  • 5) Mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan.

Sunnah dalam Mandi Junub

Selain mandi junub dan mandi besar yang hukumnya wajib, juga ada mandi sunnah yang hendaknya dilakukan, meskipun tak mengapa jika ditinggalkan, yaitu:

  • 1) mandi untuk shalat jum’at.
  • 2) mandi untuk shalat hari raya idul fitri dan idul adha.
  • 3) mandi hendak sholat istisqo’ (mohon hujan).
  • 4) mandi hendak sholat gerhana bulan.
  • 5) mandi hendak sholat gerhana matahari.
  • 6) mandi sehabis memandikan mayit.
  • 7) mandi bagi orang kafir yang masuk Islam.
  • 8) mandi setelah sembuh dari gila.
  • 9) mandi setelah saar dari pingsan.
  • 10) mandi hendak Ihram (haji ataupun umrah).
  • 11) mandi hendak masuk kota Mekkah.
  • 12) mandi hendak wuquf di Arafah.
  • 13) mandi hendak bermalam di Muzdalifah.
  • 14) mandi hendak melontar jumroh.
  • 15) mandi hendak thowaf.
  • 16) mandi hendak sa’I.
  • 17) mandi hendak masuk kota Madinah.

Hikmah Mandi

Dengan mandi, tubuh menjadi segar dan lebih bersemangat. Mandi terbukti mampu mengusir kepenatan dan rasa malas. Khususnya mandi junub setelah seseorang keluar cukup banyak energi.

mandi juga membuat muslimah lebih cantik dan lebih bersinar. karena membersihkan diri dari segala kotoran.

Dalam buku Indahnya Syariat Islam, Syaikh Ali Ahmad Al Jurjawi mengutip perkataan Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu ‘anhu tentang hikmah mandi wajib.

“Ketika saya mandi junub,” kata Abu Dzar, “seakan-akan hilanglah dari diri ini dua beban berat. Yakni rasa malas sebagai beban paling berat dan naiknya ruh ke alam luhur lalu meningkatnya kemampuan untuk menyaksikan keajaiban ciptaan Allah ketika bangkit dari tidur. Saat junub, ruh tidak menyaksikan kejaiban tersebut.”

Demikian pembahasan lengkap tentang mandi wajib mulai dari pengertian, tata cara, niat, doa hingga hikmahnya. Wallahu a’lam bish shawab