Aksi Designer Indonesia Perkenalkan Hijab di Panggung Fashion Dunia

Catwalk merupakan salah satu tempat untuk memamerkan karya dari para designer berbakat, terutama produk fashion. Melalui kontes peragaan busana di atas catwalk, kita dapat melihat tren mode busana-busana terbaru dari berbagai negara. Seringkali mode busana yang dipamerkan pada ajang fashion show menjadi tren fashion yang banyak ditiru.

Dalam kurun lima tahun terakhir ini, dunia semakin terbiasa dengan kehadiran hijab di panggung fashion. Sejak kemunculan hijab di New York Fashion Week (NYFW) pada September 2016 lalu oleh seorang designer Indonesia, Anniesa Hasibuan, kini busana hijab semakin eksis berjalan di catwalk kelas dunia. Tentu saja hal ini membuktikan pada publik bahwa hijab juga dapat dikreasikan menjadi suatu seni yang dapat dinikmati.

Anniesa menampilkan busana modern dengan celana longgar, gaun, setelan, tunik dan juga kimono dengan bahan dasar bludru, sutra dan brokat yang tampak anggun dipadukan dengan jilbab casual. Siapa sangka Anniesa mampu mencuri perhatian para hadirin yang  menyaksikan pergelaran tersebut dengan mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah bahkan standing ovation. Tentu ini menjadi pemandangan yang sangat langka dalam ajang New York Fashion Week selama ini yang cenderung memamerkan busana ketat dan seksi.

Pesan Khusus Dari Designer Indonesia untuk Donald Trump

istimewa

foto: Vivi Zubedi dan Dian Pelangi

 Tak berhenti disitu, pada ajang yang sama Vivi Zubedi dan Dian Pelangi, desainer busana muslim Indonesia berkolaborasi untuk meramaikan catwalk di New York Fashion Week 2017. Hijab dan abaya yang ditampilkan dari dua desainer tersebut berhasil mendobrak stigma baru tentang muslimah. Keduanya menonjolkan warna-warna kain yang khas Nusantara melalui tampilan hijab dan abaya dengan sentuhan modern. Seperti yang dikatakan oleh Dian di hari pembukaan acara tersebut, meskipun dengan balutan jilbab mereka tetap cantik, bergaya dan fashionable. Mereka ingin mematahkan praduga tentang penampilan seorang muslimah yang katanya membosankan dan cenderung “gitu-gitu saja”.

Vivi dan Dian menampilkan desain busana yang bermotif dasar batik lengkap dengan jaket longgar kaya brokat dan rok lebar. Tentu keduanya tetap ingin mendesain busana yang sesuai dengan syariat islam, tidak ketat, tidak transparan dan tidak menonjolkan lekuk tubuh. Tak kalah dengan aksi Anniesa di tahun 2016, Vivi dan Dian juga berhasil menarik perhatian hadirin yang menyaksikan pagelaran tersebut.

Dalam penampilan perdananya di NYFW, Vivi Zubedi bahkan memiliki pesan khusus untuk Donald Trump, presiden Amerika Serikat. Dilansir dari kompas.com, Vivi menyampaikan pesan kepada orang nomor satu di AS tersebut bahwa dirinya sangat mencintai negara dan penduduk Amerika Serikat. Dirinya juga manusia biasa yang tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan Negara dan penduduk negara itu, seperti banyaknya isu yang beredar tentang image kaum muslim.

“Hijab itu indah, bagaimanapun kita berpenampilan dan apapun agama yang kita anut, kita juga manusia biasa” begitulah ucapan Vivi kepada AFP.

Publik memang sempat dibuat geram dengan keputusan Donald Trump untuk membatasi muslim masuk kawasan AS. Bahkan negara-negara tertentu yang mayoritas beragama muslim sudah masuk daftar hitam warga negara asing yang tidak boleh terbang ke AS. Namun, Dian dan Vivi serta para designer lainnya yang ikut terlibat, mampu membuktikan pada dunia bahwa seseorang tidak bisa dinilai hanya dari penampilannya saja. Kenyataannya masih banyak kaum muslim yang bisa memberikan karya yang indah, termasuk di dunia fashion. Jilbab bukanlah senjata yang membahayakan, jilbab adalah busana yang indah.

You may also like...