Jilbab di Panggung Mode Dunia

Saat mendengar kata jilbab atau kerudung tentunya kita akan teringat dengan busana identitas wanita Muslim yang digunakan sebagai penutup aurat di bagian kepala lalu dijulurkan hingga menutupi seluruh rambut, leher, hingga ke dada.

istimewa

inneke koesherawati dan tri utami berhijab

Sejak memasuki abad ke-21 penggunaan jilbab dalam keseharian semakin banyak ditemui. Di Indonesia sendiri dimulai pada tahun 2000-an dengan jilbab ala penyanyi senior Tri Utami sampai Inneke Koesherawati.

istimewa

Beberapa tahun setelahnya tiba-tiba jilbab menjadi suatu tren tersendiri setelah munculnya seorang desainer nasional bernama Dian Pelangi yang mengenalkan jilbab dan busana Muslim yang menutup seluruh aurat namun tetap trendi, fashionable, dan tentunya up to date. Tren jilbab ini pun memunculkan berbagai macam komunitas hijabers di Indonesia.

istimewa

Selang tidak lebih dari 3 tahun, di Indonesia hadir tren jilbab terbaru yang dikenal sebagai jilbab atau hijab syar’i. Tren ini menghasilkan cara berpakaian yang jauh berbeda dengan tren sebelumnya. Karena berlabel syariah, jilbab yang digunakan pun panjang hingga menutupi dada dan tubuh bagian atas sementara pakaian yang digunakan adalah gamis yang longgar namun bermain dalam perpaduan warna.

Berbagai pro dan kontra antara kedua tren tersebut pun bermunculan. Namun apapun trennya, semua pilihan kembali lagi kepada yang menggunakan.

 

istimewa

Jika dahulu fashion show sangat terdengar asing bagi dunia jilbab, maka kini sungguh berbanding terbalik. Selain Dian Pelangi, di Indonesia sendiri sudah bermunculan desainer-desainer yang berfokus pada pakaian Muslim dan kerap kali mengadakan fashion show dengan karya-karya mereka. Sebut saja Oki Setiana Dewi, Jenahara, Zaskia Sungkar, Restu Anggraini, Vivi Zubedi, dan masih banyak lainnya. Bahkan desainer professional lainnya pun mengadakan season untuk edisi busana Muslim, contohnya Ivan Gunawan.

Indonesia sebagai negara mayoritas Islam tentu tidaklah aneh dengan semua perkembangan jilbab di dunia mode tersebut. Namun bagaimana dengan negara lainnya di seluruh dunia menghadapi jilbab sebagai identitas umat Muslim, khususnya dalam dunia mode?

Baru-baru ini diketahui bahwa seorang aktris Hollywood yang berasal dari Inggris dan bernama Lindsay Lohan menghadiri acara London Modest Fashion Week dengan menggunakan jilbab. Kabar ini terdengar mengejutkan bagi beberapa orang dan tidak bagi yang lainnya karena diketahui Lohan sedang mempelajari Islam sejak 2016 lalu.

istimewa

Keberanian Lohan membuat pandangan orang yang mendiskriminasi wanita Muslim yang berjilbab pun mengalami pro kontra. Meskipun jilbab yang dikenakan wanita Muslim sering kali membuat mereka dianggap sebagai komplotan teroris bagi warga negara minoritas Muslim, nyatanya kini jilbab sudah dianggap sebagai tren berpakaian tersendiri bagi desainer internasional.

Acara London Modest Fashion Week yang diadakan beberapa waktu lalu berjalan dengan sukses. Acara ini menyediakan tiket seharga £200 dengan fasilitas berbelanja, berbincang, dan workshops. Sama seperti acara ini, di Dubai juga digelar acara serupa dengan nama Dubai Modest Fashion Week.

istimewa

Pada acara yang diadakan beberapa minggu yang lalu tersebut, lebih dari 40 desainer dari seluruh dunia berbagung untuk memamerkan karya dengan busana Islami seperti menggunakan hijab. scarf, dan gaun-gaun panjang. Penggelar acara tersebut yaitu Haute Elan mengatakan bahwa cara berpakaian tersebut atau yang disebut dengan ‘modest fashion’ adalah salah satu yang palng diminati pasar.

 

Sebelumnya pada acara New York Fashion Week yang diselenggarakan pada tahun 2017 beberapa desainer asal Indonesia memilih kategori ‘modest fashion’. Mereka adalah Vivi Zubedi dan Dian Pelangi.

istimewa

Kedua desainer tersebut pun angkat bicara mengenai President Amerika yaitu Donald Trump yang sangat mendiskriminasi adanya imigrasi dari beberapa negara mayoritas Muslim.

“Kami tidak tertindas dan kami hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami tetap dapat tampil cantik dan bergaya dengan memakai hijab,” ucap Dian Pelangi.

Sedangkan Vivi Zubedi yang baru memulai debut New York Fashion Week-nya berkata, “Bapak Presiden, saya mencintai negara Anda dan juga orang-orangnya, dan kami tidak akan melakukan apapun kepada Anda ataupun orang-orang Anda. Kita semua sama, ini mengenai kemanusiaan,”

You may also like...