Tidak Hanya Pahala, Ternyata Puasa Sunnah Banyak Manfaatnya!

Dalam rukun Islam terdapat perintah untuk berpuasa selama Ramadhan dimana hokum dari perintah tersebut adalah wajib. Namun selain puasa Sunnah, di Islam juga terdapat puasa yang hukumnya Sunnah. Karena hukumnya adalah Sunnah, maka puasa ini tidak diharuskan tetapi sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Terdapat beberapa jenis puasa Sunnah dalam Islam, diantaranya adalah:

  1. Puasa Senin dan Kamis

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

Salah satu jenis puasa Sunnah yang paling sering dilakukan adalah puasa pada setiap hari Senin dan hari Kamis. Puasa ini dapat dilakukan di setiap hari Senin dan Kamis terkecuali jika kedua hari tersebut adalah Hari Raya Idul Fitru, Idul Adha, dan lain sebagainya yang mengharamkannya.

  1. Puasa Hari Arafah

Merupakan puasa Sunnah yang dilaksanakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Dinamakan Arafah karena pada hari tersebut para jamaah yang sedang beribadah haji sedang berada di Padang Arafah.

  1. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Sunnah ini dilakukan pada hari ke-13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Dikenal sebagai puasa Ayyamul Bidh karena puasa tersebut dilaksanakan saat bulan purnama di setiap bulan.

  1. Puasa Daud

Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

Puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud adalah puasa dengan jarak satu hari. Hari pertama melakukan puasa, hari kedua tidak berpuasa, hari ketiga berpuasa, dan seperti itu seterusnya.

  1. Puasa Syawal

Puasa ini dilakukan setelah Idul Fitri, tidak harus berturut-turut selama enam hari selama masih dilaksanakan di bulan Syawal.

  1. Puasa Ashura

Puasa ini dilakukan pada hari ke-10 pada bulan Muharram sebagaimana yang sangat disarankan oleh Nabi Muhammad.

  1. Puasa Bulan Sya’ban

Berpuasa pada bulan ini sangat disarankan karena bulan ini berdekatan dengan bulan Ramadhan, maka dianggap seperti mengiringi puasa wajib pada bulan Ramadhan.

istimewa

Menu buka puasa

Terdapat banyak hikmah atau manfaat dalam melakukan puasa Sunnah, diantaranya adalah:

  • Menjaga Kesehatan

Puasa Sunnah membuat organ pencernaan seperti lambung dapat beristirahat dalam satu hari. Maka tubuh akan menjadi lebih sehat setelah berpuasa.

  • Melatih Hawa Nafsu

Dalam berpuasa, kita tak hanya diharuskan untuk menahan lapar dan dahaga, namun juga menahan hawa nafsu ataupun syahwat. Jika kita sering melakukan puasa Sunnah, maka kita pun akan terlatih dalam mengendalikan hawa nafsu sehingga tidak mudah tergoda oleh setan.

  • Mendekatkan Diri kepada Allah

Berpuasa Sunnah yaitu kita melakukan suatu hal yang dianjurkan namun tidak diwajibkan. Artinya, kita melakukan hal yang disukai Allah. Maka kita sama saja dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan yang disukai-Nya.

  • Belajar Hidup dengan Sederhana

Saat berpuasa kita tentunya melakukan hal yang sudah ditentukan seperti menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Kita diajarkan untuk tidak melakukan pemborosan sekalipun saat berbuka puasa. Islam juga menganjurkan kita untuk berpuasa Sunnah agar kita dapat berempati terhadap orang sekitar yang belum mampu. Maka dari itu dengan berpuasa kita dapat belajar untuk hidup sederhana.

Sesungguhnya banyak sekali manfaat berpuasa Sunnah yang tidak tercantumkan dalam bahasan ini. Namun apapun hikmah yang kita dapatkan, hendaknya tujuan utama kita adalah untuk meraih ridha Allah Swt..

You may also like...