Wanita Muslimah Juga Boleh kok Ikut Kelas Beladiri, Asal Inget Poin-poin ini ya!

Kaum wanita di Indonesia sepertinya dianggap sebagai kaum yang lemah, sehingga tak sedikit kasus kejahatan yang melibatkan wanita. Mulai dari kasus kekesaran, perampokan, pelecehan seksual, pemerkosaan hingga pembunuhan hampir sebagian besar korbannya adalah wanita. Tindak kejahatan seakan mulai menghantui kehidupan para wanita, apalagi bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dimana kejahatan berpadu cepat dalam kesempatan. Oleh karena itu, kemampuan menjaga diri bagi wanita muslimah sebaiknya mulai dipertimbangkan. Salah satu upayanya adalah dengan mengikuti kelas bela diri. Banyak teknik-teknik beladiri yang bisa dipelajari dan diandalkan pada saat-saat genting.

Di jaman modern, teknik bela diri tak seharusnya dipelajari kaum laki-laki saja. Sebagai bentuk pertahanan diri dari hal-hal yang bisa saja membahayakan, wanita muslimah diperbolehkan untuk mengikuti kelas bela diri. Dalam Al Quran pun menjelaskan bahwa hukum bela diri bagi wanita adalah mubah dan merupakan salah satu bentuk jihad. Seperti dalam arti Surat An-nisa ayat 71, “Hai orang – orang yang beriman, bersiap dan siagalah kalian dan majulah ke medan pertempuran secara berkelompok atau majulah bersama – sama (serentak)”. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi wanita muslimah yang ingin mengambil kelas beladiri, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak Bercampur dengan Kaum Laki-Laki atau Ikhwan

Saat ini sudah banyak pelatih bela diri di Indonesia yang merupakan seorang perempuan. Sebaiknya kaum muslimah mengikuti kelas bela diri yang dilatih oleh perempuan dan tidak bercampur dengan peserta laki-laki. Sebaik-baiknya muslimah adalah yang mampu menjaga pandangannya dari yang tidak halal baginya. Dengan menghindari latihan bela diri bersama laki-laki juga meminimalisir kontak fisik, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

  1. Tetap Menjaga Komitmen dengan Pakaian Syar’i

    istimewa

    Bella Ayu Pendekar dari Pokak

Sekilas memang tidak ada yang salah dengan seragam bela diri di Indonesia untuk muslimah. Dengan format pakaian dan celana yang cukup longgar, serta ditambah dengan penggunaan hijab, sepertinya memang bukan masalah bagi muslimah yang terbiasa dengan pakaian syar’i.. Hampir semua jenis bela diri di Indonesia memang sudah menggunakan tipe pakaian dan celana yang tidak ketat dan tidak transparan.

  1. Menghindari Hal-Hal yang Berbau Syirik

Sudah bukan hal yang asing lagi bahwa banyak teknik bela diri di Indonesia yang melibatkan kekuatan dalam (misalnya dengan meminta bantuan gaib). Syarat ini bahkan tidak hanya diperuntukkan bagi muslimah saja, namun untuk seluruh umat islam yang mengikuti bela diri. Untuk menghindari hal-hal yang berbau syirik, akhwat maupun ikhwan bisa menganggap bela diri sebagai bentuk olahraga dan bukanlah kepercayaan. Apa maksudnya? Maksudnya adalah tidak boleh ada unsur benci dalam bela diri, misalnya bermusuhan dengan perguruan bela diri yang lain atau melakukan bela diri untuk hal-hal yang berbau dendam.

Apalagi jika sang pelatih menjanjikan hal – hal tertentu yang berkaitan dengan mistis seperti diminta untuk semedi di kuburan, diajarkan zikir-zikir maut yang dapat menambah kekuatan ataupun diberikan jimat untuk tenaga dalam. Sebaiknya semua hal-hal tersebut dihindari bagi seluruh kaum muslim karena termasuk syirik.

  1. Tetap Menjaga Fitrah Wanita Sebagai Kaum yang Lembut

    istimewa

    mosche

Ingatlah tujuan awal masuk kelas bela diri adalah sebagai bentuk pertahanan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Berlatihlah hal-hal dasar saja dan tidak perlu mendalami semua level bela diri. Hindari gerakan-gerakan atau teknik bela diri yang dapat merugikan wanita, seperti gerakan split yang dapat merusak organ vital wanita. Sebaiknya mengikuti pelatihan bela diri yang memang menyediakan kelas khusus untuk kaum muslimah. Biasanya hanya akan diajarkan hingga level 2 saja.

Jadi untuk kaum muslimah di Indonesia, mulai sekarang bisa mencoba mengikuti pelatihan-pelatihan bela diri sebagai bentuk pertahanan terhadap tindak kejahatan. Namun perlu diingat ya, tetap istiqomah dengan kodratnya sebagai wanita muslimah.

You may also like...