Kondisi Terbaru Pengungsi Rohingya

Selalu terancam oleh pembantaian yang dilakukan oleh militer Myanmar membuat jutaan etnis Rohingya harus mengungsi ke beberapa negara terdekat. Pada awalnya mereka menempati negara bagian — Rakhine — sejak abad ke-16. Setelah Perang Dunia II, mereka terbiasa disebut sebagai “Orang-orang Rohingya”. Pada tahun 2013, terdapat 1,3 juta etnis Rohingya yang menepati 80-98% populasi di kota Rakhine Utara di Myanmar.

Terkait pembantaian yang dialami oleh etnis Rohingya terdapat beberapa alasan yang menyebabkannya. Sebuah surat kabar asal Myanmar menyebutkan bahwa pembantaian tersebut bermula dari kasus pembunuhan seorang wanita Buddha bernama Ma Thida Htwe pada 28 Mei 2012.

Ma Thida Htwe adalah seorang wanita berumur 27 tahun yang tewas dibunuh oleh tiga pria Muslim Bengali dengan cara sadis. Disebutkan bahwa ia diperkosa, ditikam, digorok, dan dimutilasi dengan pisau. Kasus inilah yang mendasari kebencian warga Rakhine terhadap umat muslim.

Pembantaian umat muslim diawali dengan terbunuhnya 10 orang Burma muslim oleh massa Arakan. Namun dilansir oleh media Al-Jazeera, dikatakan bahwa konflik antara umat Buddha dan Muslim tersebut sebenarnya dipicu oleh perseteruan yang terjadi sejak lama.

Selanjutnya berbagai pembantaian menimpa ratusan ribu orang Rohingya. Seorang biksu yang kerap dikenal sebagai Biksu Wirathu mengatakan ia tidak ingin Myanmar menjadi negara dengan mayoritas Muslim seperti Indonesia. Memang sebelum Islam masuk, Buddha adalah agama dengan mayoritas penganut di Myanmar. Namun berubah menjadi mayoritas Muslim saat Islam masuk.

Yang dilakukan Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya memang dimaksudkan untuk pemusnahan Muslim. Mereka membantai umat muslim di Rakhine dengan membunuh secara massal, menyiksa, mengusir, dan membakar mayat orang Rohingya tanpa sedikitpun rasa kemanusiaan. Bahkan perikemanusiaan mereka semakin dipertanyakan saat para tentara Rohingya menculik, memperkosa beramai-ramai, dan melecahkan para wanita Muslim Rohingya.

Ratusan ribu etnis Rohingya beramai-ramai mengungsi dengan melakukan perjalanan laut yang sangat tidak layak dan membahayakan secara diam-diam. Tujuan utama mereka adalah Bangladesh dan negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia.

Kondisi Terbaru Pengungsi Rohingya

Pada Agustus kemarin, sekitar 700.000 pengungsi Rohingya pergi ke Bangladesh dan hidup dengan kamp-kamp beratap plastik. Keadaan yang mereka hadapi sangat pas-pasan namun mereka merasa tenang karena setidaknya tidak akan ada yang tiba-tiba datang dan berusaha membunuh mereka.

istimewa

Pengungsi Rohingya

Ribuan pembunuhan di depan keluarga, pemerkosaan istri di depan suami, penyiksaan anak di depan orang tuanya, dan berbagai pembantaian lainnya sungguh membuat mereka trauma dan menurut mereka lebih baik mati dari pada disiksa sedemikian rupa.

Kabar terbaru beredar bahwa para pengungsi di Rohingya akan kembali ke Myanmar. Namun hal itu harus menunggu pemerintah Myanmar yang telah bersepakat dengan pemerintah Bangladesh untuk memperbaiki situasi di Myanmar sehingga pengungsi Rohingya dapat tinggal dengan keadaan yang layak.

Mengenai peristiwa yang terjadi kepada etnis Rohingya, Myanmar sebagai ladang investasi negara barat pun mengalami kesulitan.

Para pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh sudah merasa senang dengan keadaan mereka meskipun hanya tinggal di kamp. Mereka merasa aman berada di Bangladesh. Namun berbagai desakan menghampiri pemerintah Bangladesh mengenai etnis Rohingya yang sudah mengungsi di Bangladesh selama lebih dari enam bulan.

istimewa

foto udara pengungsian Rohingya

Berkaitan dengan kabar kepulangan mereka ke Myanmar, dikabarkan tidak akan keseluruhan dari pengungsi Rohingya pergi di waktu yang bersamaan. Akan terlebih dahulu disiapkan kepulangan untuk 6.000 pengungsi karena keadaan yang tidak memungkinkan.

Kasus pembantaian etnis Rohingya di Myanmar adalah bukti bahwa krisis kemanusiaan semakin marak dan perikemanusiaan pun semakin dipertanyakan. Namun bukan berarti kita harus mengikuti arus yang salah dan membenarkan pernyataan yang seharusnya tak diperlukan keberadaannya.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.