Memerangi Islamofobia di Eropa

Terdengar mengerikan namun istilah ini benar-benar ada saat ini. Ya, Islamofobia. Sudah pernah mendengar?

Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 70-an dan semakin sering dikenal pada tahun 80-an dan 90-an setelah beredarnya laporan berjudul Islamophobia: A Challenge for Us All atau Islamofobia: Tantangan bagi Kita Semua.

Islamofobia diartikan sebagai rasa takut (fobia), rasa benci, atau rasa was-was terhadap agama Islam dan orang Muslim. Istilah ini kerap kali dikaitkan dengan banyaknya kasus-kasus terorisme di seluruh dunia. Penggunaan istilah ini sangat mendiskriminasi umat Islam sehingga terkesan rasis terhadap etnis Arab dan Muslim.

Tidak ada alasan yang begitu jelas mengenai adanya Islamofobia di negara-negara barat. Namun bagi warga Amerika khususnya, Islamofobia dihubungkan dengan rasa benci mereka atas terjadinya peristiwa Serangan 11 September. Sedangkan alasan lainnya yaitu terjadinya beberapa serangan teror di Eropa.

istimewa

Aksi atas sentimen terhadap islam di eropa

Di Eropa sendiri, Islamofobia semakin meningkat karena beberapa kasus teror seperti ledakan bom pada konser Ariana Grande, serangan di Masjid Finsbury Park, dan banyak serangan lainnya.

Banyak warga asli Eropa yang merasa terancam dengan populasi umat Muslim yang terus meningkat di Eropa. Beberapa penelitian pun membuktikan bahwa jika jumlah peningkatan populasi Muslim terjadi dengan persentase yang sama seperti bebrapa tahun ini, maka dalam puluhan tahun ke depan Eropa dapat menjadi benua yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Bahkan kini seorang Muslim pun terpilih menjadi walikota London.

Pada 19 Juni tahun 2017 lalu terjadi sebuah penyerangan di Masjid Finsbury Park dimana 11 orang jamaah muslim menjadi korban sebuah van. Jelas sekali serangan tersebut sudah direncanakan, terbukti karena supir van tersebut menabrakkan mobilnya ke arah jamaah yang sedang berkerumun di dekat masjid. Kejadian tersebut menewaskan satu orang jamaah dan sepuluh lainnya mengalami luka.

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa Islamofobia di Eropa semakin meningkat. Bahkan Omar Celik yang merupakan seorang menteri urusan Uni Eropa Turki memperingatkan bahwa Islamofobia sudah berubah menjadi gerakan untuk memusuhi Islam dan terarah kepada anti-Islam.

Menurutnya, “Islamofobia menyulut politik kebencian yang bisa dilihat dalam rasisme dan terkadang kekerasan yang menargetkan imigran, pengungsi, dan umat Muslim,”

Memang benar, jika dibandingkan dengan benua ataupun negara-negara lain, keberadaan Islamofobia cenderung meningkat. Padahal di Amerika Serikat sendiri yang merupakan tempat bersejarahnya kejadian Serangan 11 September gerakan Islamofobia justru mengalami penurunan.

istimewaMungkin yang dapat kita lakukan sebagai sesama penganut Islam adalah selalu taat kepada agama dan senantiasa melakukan kebaikan terhadap seluruh makhluk Allah karena itulah yang dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Dalam setiap pemberitaan sering kali yang diinformasikan adalah peperangan yang terjadi di negara-negara di Timur Tengah, peperangan antara Israel dan Palestina, serta berbagai serangan bom yang mengatasnamakan oknum Muslim. Padahal yang luput dari pemberitaan tersebut adalah penggambaran atas Islam dan umat Muslim yang damai dan rukun seperti yang terjadi di Malaysia dan Indonesia. Sehingga disitulah seharusnya kita dapat berperan, karena negara-negara di Eropa dan Amerika hanya mendapatkan satu sisi dari Islam.

Terciptanya organisasi seperti ISIS ataupun pemberontakan lain tidak dapat menjadi satu-satunya identitas atas deskripsi Islam yang sesungguhnya. Sama sekali tidak dapat mencerminkan Islam.

Orang-orang selalu menilai suatu agama dari perilaku penganutnya, padahal sikap manusia itu tidak stabil. Sudah sebaiknya menilai suatu agama dari bagaimana ajarannya. Misalnya saja agama Islam, janganlah melihat dari perilaku umat Muslim yang sangat beragam, namun lihatlah bagaimana Al-Qur’an dan Hadits menuntun hidup.

Maka jika ingin tercipta keselarasan antara ajaran Islam dan perilaku umat Muslim, terlebih dahulu kita sebagai umat Muslim melakukan sesuai perintah agama dan menciptakan pandangan yang terhadap Islam.

You may also like...