Perkembangan Terbaru Muslim di Eropa

Sudah diketahui dunia bahwa perkembangan penyebaran agama Islam di Eropa tergolong pesat. Namun sebenarnya bagaimana sih perkembangan Muslim Eropa yang sesungguhnya?

Sebelumnya kita perlu mengetahui bahwa Islam sudah sejak dahulu memasuki wilayah Eropa, tepatnya pada abad ke 8-10 Masehi. Islam semakin berkembang pada abad ke-16 setelah penaklukan oleh Dinasti Persia. Lalu sangat berkembang pada masa kejayaan Kerajaan Ottoman hingga runtuhnya kerajaan tersebut pada tahun 1922.

istimewa

Data tahun 2016 populasi muslim di Eropa

Pada masa modern ini Muslim di Eropa sendiri diawali oleh banyaknya Muslim yang berimigrasi dari luar Eropa ke Eropa Barat. Bahkan pada tahun 2010, dikatakan jumlah Mslum yang bertempat tinggal di Eropa diperkirakan berjumlah sekitar 44 juta jiwa atau sekitar 6% dari total penduduk Eropa.

Muslim Eropa selalu menjadi topik bahasan dari setiap pembahasan politik karena banyaknya kasus serangan teror yang mengatasnamakan Islam. Cara Muslim berpakaian seperti kerudung dan lain sebagainya pun sempat menjadi perdebatan di Eropa.

Beberapa hal inilah yang juga menyebabkan berkembangnya istilah Islamophobia, atau kebencian dan anti terhadap Muslim dan Islam. Dikutip dari beberapa penelitian, dikatakan bahwa Islamofobia atau gerakan kebencian terhadap Islam di Eropa beberapa tahun ini mengalami peningkatan. Padahal populasi Muslim di Eropa pun semakin meningkat.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh PEW Research Center pada tahun 2016, penganut Islam di Eropa diperkirakan sekitar 25.770.000 jiwa, dimana posisi pertama dengan Muslim terbanyak diambil oleh Perancis dengan jumlah 5.720.000 jiwa. Lalu disusul beberapa negara lainnya yaitu Jerman 4.950.000 jiwa, Inggris 4.130.000, Italia 2.870.000 jiwa, Belanda 1.210.000 jiwa, dan Spanyol 1.180.000 jiwa.

PEW Research Center juga mengungkapkan bahwa sejak pertengahan tahun 2010 hingga pertengahan 2016, persentase Muslim di Eropa meningkat sebesar 1 % yaitu dari 3,8% menjadi 4,9%, dimana dari 19,5 juta jiwa meningkat menjadi 25,8 juta jiwa.

Hal itu memberikan kemungkinan peningkatan menjadi 11,2% atau bahkan lebih pada tahun 2050. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh jumlah imigran yang diperbolehkan masuk ke Eropa. Namun di luar jumlah imigran, tetap akan terjadi peningkatan Muslim di Eropa yang disebabkan oleh anak muda dan tingkat kelahiran yang tinggi dari penduduk Muslim yang sudah menetap di Eropa saat ini dengan persentase sebesar 7,4%.

Selain dipengaruhi oleh jumlah imigran, pemuda, dan kelahiran, perkembangan Islam di Eropa juga dipengaruhi oleh adanya pengungsi. Pada pertengahan tahun 2010 sampai pertengahan tahun 2016, pengungsi terbesar berasal dari Suriah dibandingkan dari negara-negara lainnya. Jumlah pengungsi yang datang dari Suriah diperkirakan sekitar 670.000 jiwa dimana 91% adalah Muslim.

istimewaTak hanya Suriah, pengungsi Muslim pun berasal dari Afghanistan, Iraq, Eritrea, Somalia, Iran, Pakistan, Nigeria, Rusia, dan Sudan yang termasuk dalam Top Ten Origins of Refugees.

Negara di Eropa yang menjadi tujuan dari para pengungsi tersebut di urutan pertama adalah Jerman, lalu disusul jauh di bawahnya oleh Swedia, Italia, dan Austria. Sementara posisi pertama negara di Eropa yang menjadi tujuan dari imigran adalah Inggris, tak jauh dibawahnya adalah Jerman, lalu beberapa negara seperti Perancis, Italia, dan Swedia.

Berdasarkan surveynya tersebut, PEW Research Center menyimpulkan bahwa opini public mengenai para pengungsi tersebut tidaklah negative seiring meningkatnya jumlah pengungsi dari Iraq dan Suriah.

Namun jumlah imigran dan pengungsi tersebut tentu dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang berlaku pada negara-negara di Eropa tersebut.

 

 

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.