Zahra Lari “Si Putri Es Salju” Jadi Inspirasi Nike Mengeluarkan Produk Nike Pro Hijab

Olahraga ice skating termasuk jenis olahraga ekstrim yang berbahaya. Namun tidak bagi sosok wanita cantik asal Arab bernama Zahra Lari yang berhasil lolos masuk kualifikasi Olimpiade Musim Dingin pada 2018. Wanita berusia 22 tahun ini disebut-sebut sebagai figur skater pertama dunia yang mengenakan hijab. Berkat kelihaiannya menari di atas es salju, ia menunjukkan stigma baru pada dunia bahwa perempuan berhijab bisa ikut dalam kompetensi bergengsi tersebut.

Singkat cerita, Zahra Lari menjadi seorang atlet skater karena terinspirasi dari film Disney.  Sejak berusia 12 tahun, ia sudah terjun menggeluti ice skating dengan aktif mengunjungi ice ring di Zayed Sport City bersama ayahnya. Hidup di tengah keluarga dan lingkungan msulim, bukanlah hal mudah bagi Zahra Lari untuk mewujudkan impiannya menjadi skater profesional. Bahkan sang ayah pun menentang Lari untuk mengikuti ajang kompetisi ice skating karena menurutnya atlet skater identik dengan pakaian yang ketat dan memperlihatkan lekukan tubuh. Namun seiring berjalannya waktu, ayah Lari pun luluh dan mendukung keinginan putrinya untuk menjadi skater handal.

Tak sia-sia usaha Zahra Lari berlatih ice skating, ia berhasil mewakili Uni Emirate Arab untuk pertama kalinya bergabung dengan Ice Skating Union (ISU).  Namanya semakin fenomenal, karena Zahra Lari adalah atlit ice skating pertama asal Arab yang mengenakan hijab. Namun aksinya di kualifikasi Olimpiade Musim Dingin 2018 bukanlah pertama kali. Ia pernah mengikuti beberapa turnamen di Hungaria, Slovakia dan Italia.

Ketua Ice Skating Union, Kaka, bahkan ingin sekali bertemu dengan Zahra Lari dan bertanya apakah dengan hijab bisa memastikan keamanan dan keselamatannya. Olahraga ice skating memang sangat beresiko dilakukan oleh wanita berhijab. Dalam peraturan turnamen ice skating pun, hijab dianggap sebagai penutup kepala yang bisa membahayakan.

Sempat mengalami kekalahan di ajang Piala Eropa 2012 karena pakaiannya dinilai juri tidak mengikuti aturan, Zahra Lari pun mencoba mengadukan hal tersebut ke Federasi Skating Internasional. Ia menjelaskan bahwa hijab sama sekali tidak mengganggunya bermain ice skating dan tidak pernah membuatnya jatuh. Sejak saat itulah peraturan larangan menggunakan hijab bagi skater dihapus.

Sepertinya, aksi Zahra Lari sebagai atlit berhijab menginspirasi perusahaan perlengkapan olahraga, Nike, untuk membuat busana olahraga yang pro hijabers. Memang bagi seorang wanita berhijab, seringkali mengalami kesulitan untuk menemukan pakaian olahraga yang tepat., nyaman dan menutup aurat. Nike mengeluarkan produk yang mereka namai “ Nike Pro Hijab”. Nike berupaya untuk membuat beberapa desain pakaian olahraga yang dapat digunakan untuk kaum muslimah. Koleksi dari Nike ini meliputi celana, sweater dan juga kerudung dengan bahan polyester yang elastis dan ringan, serta perlengkapan olahraga lainnya. Dalam promosinya, Nike melibatkan Zahra Lari sebagai model sampul majalah Women’s Health. Lari pun mengaku sangat bangga  karena bisa menginspirasi wanita dunia untuk tetap berprestasi meskipun dalam balutan kain hijab.

Foto Produk Nike Hijab Pro

Dengan dukungan keluarga dan teman-temannya, Zahra Lari terus berlatih untuk memenangkan turnamen ice skating di musim dingin mendatang. Tekad yang kuat dan rasa percaya diri yang tinggi, membawa Zahra Lari dekat dengan kemenangan. Ia menunjukkan pada dunia bahwa syariat Islam tidak mengganggunya untuk berprestasi membawa nama Uni Emirate Arab. Jadi, untuk wanita-wanita berhijab, tetaplah percaya diri untuk menunjukkan kemampuan kalian di berbagai bidang.

You may also like...