Gadis Pemberani yang Melawan Tentara Israel ini, Mendapat Dukungan dari Organisasi AS

Masih ingat tentang seorang gadis Palestina berusia 16 tahun yang melawan tentara Israel? Bagaimana nasibnya sekarang?

Gadis pemberani itu bernama Ahed Tamimi. Sosok remaja muda Palestina berambut pirang yang dengan keberaniannya melawan tentara Israel karena mendobrak rumahnya pada Desember 2017 silam. Aksinya menjadi viral saat videonya yang menampar, menendang dan mendorong tentara Israel tersebar di media sosial. Namun nasibnya sungguh malang karena kini ia harus ditahan di markas militer Israel atas perbuatannya tersebut.

Ahed Tamimi ditangkap oleh tentara Israel di kediamannya di Desa Nabi Saleh pada 19 Desember 2017. Hingga saat ini, Ahed belum juga dibebaskan. Tak hanya dirinya, ibunda Ahed bernama Nariman pun juga sudah ditangkap lebih dulu karena merekam dan menyebarkan video aksi Ahed tersebut.

istimewa

Ahed Tamimi ditahan karena aksinya membela Palestina

Berkat keberaniannya melawan penjajahan di tanah Palestina, Ahed Tamimi banyak dieluh-eluhkan sebagai wanita yang bernilai 1000 pria. Aksinya berhasil menarik perhatian dunia yang dianggap sebagai pahlawan. Namun hal ini berbeda dengan pendapat pemerintah Israel. Menurut pemerintahan Israel, sikap Ahed Tamimi dianggap salah karena memicu propaganda dan cenderung provokatif. Sikap Ahed sengaja memancing opini publik untuk mengecam Israel. Namun meskipun begitu, putusan untuk menahan Ahed dianggap berlebihan menurut pandangan dunia. Bahkan ayah Ahed Tamimi, Bassem, dinilai sengaja menggunakan Ahed sebagai pion dan hal tersebut termasuk pelanggaran  hak asasi manusia karena mengajarkan anak perbuatan yang tidak pantas. Bassem pun tidak mempedulikan anggapan tersebut, karena menurutnya Ahed menjadi viral karena ia berkulit putih, berambut pirang dan tidak berhijab. Seperti yang kita ketahui, selama ini propaganda Zionis menggambarkan penduduk Palestina yang berkulit hitam akan menyerang penduduk yang berkulit putih.

Ahed Tamimi lahir di keluarga aktivis Palestina, dan aksinya tersebut bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2015 pernah tersebar foto dirinya yang menggigit tangan tentara Israel yang menangkap saudara laki-lakinya. Bahkan di tahun 2012 juga pernah tersebar foto dirinya yang sedang mengepalkan tinju kepada seorang tentara, hingga berujung Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengundangnya ke Sanliurfa Turki.

istimewa

Ahed Tamimi Menggigit tangan tentara Israel

Ahed Tamimi seorang gadis polos yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola pun kini harus mendekam di bui tentara militer Israel atas tindakannya pada 15 Desember. Pemerintah Israel yang menganggap aksi Ahed sebagai bentuk ancaman terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjerat Ahed. Ahed dituntut hukuman penjara hingga maksimal 14 tahun.

Dengan alasan kemanusiaan, lebih dari 40 organisasi di AS justru melakukan demonstrasi untuk kebebasan Ahed Tamimi. Tidak hanya itu saja, aksi demonstrasi juga menuntut pembebasan lebih dari 6000 penduduk Palestina yang ditahan tentara Israel. Tanggal 31 Januari 2018, tepat di hari ulang tahun Ahed Tamimi, Jaringan Solidaritas Tawanan Palestina di AS melakukan reli demi kebebasan Ahed Tamimi. Aksi ini tentu saja menarik perhatian dunia. Meskipun selama ini pemerintah AS dianggap pro dengan pemerintahan Israel, namun masih ada relawan-relawan yang memiliki sudut pandang berbeda. Mereka beranggapan bahwa Israel mendapatkan suntikan dana dari pajak AS, sehingga pemerintah AS memiliki pengaruh untuk pembebasan Ahed dan tawanan lainnya.

Sungguh disayangkan memang, dengan banyaknnya kemajuan di jaman modern ini namun masih ada bentuk penjajahan yang dialami Negeri Palestina. Permasalahan antara Palestina dan Israel seakan tidak pernah usai dan terus menuai pro kontra

You may also like...