Bangga! Ibnu Haitham Seorang Ilmuwan Muslim Penemu Kamera

Di bangku sekolah, kita  pernah diajarkan tentang  penemuan-penemuan cerdas dari para ilmuwan terkenal, Sebagai contoh Alexander Graham Bell seorang ilmuwan yang menemukan telepon, Thomas E. Alfa yang menemukan bohlam lampu dan Issaac Newton dengan teori-teori fisikanya. Namun pernahkah Anda mendengar seorang ilmuwan muslim yang menemukan kamera?

Ibnu Haitham atau Abu Ali Muhammad al-Hasan yang lahir di Bashrah dikenal sebagai seorang ilmuwan muslim yang tidak hanya ahli dalam satu bidang ilmu saja. Ibnu Haitham menguasai ilmu sains, matematika, falak, geometri, pengobatan dan juga ilmu filsafat. Tak banyak yang tahu, bahwa seorang Ibnu Haitham pernah melakukan penelitian tentang cahaya yang justru menjadi inspirasi bagi ahli sains barat seperti Kepler dan Roger Bacon yang menemukan Mikroskop.

Ibnu Haitham Dianggap sebagai Bapak Optik Dunia

istimewa

Foto: Sketsa wajah Ibnu Haitham dengan penemuannya

Dari beberapa bidang ilmu yang ia kuasai, Ibnu Haitham paling ahli dalam sains dan teori optic. Bahkan Ibnu Haitham turut andil dalam uji kaca yang dibakar sehingga dijadikan dasar teori untuk membuat kaca pembesar yang kemudian dirintis para ilmuwan di Itali.

Produk kamera yang banyak kita gunakan saat ini tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu penemuan yang fenomenal dan sangat bermanfaat. Tanpa prinsip kerja dari kamera mungkin kita tidak bisa melihat dan mengabadikan hal-hal penting mulai dari sel-sel manusia hingga sistem galaksi di lingkup tata surya. Prinsip-prinsip tersebut dikembangkan oleh Ibnu Haitham sejak dirinya mengemban pendidikan di Mesir.

Kesukaannya dalam bidang optic pernah menghasilkan karya yang cukup terkenal di eranya yaitu kamera obscura. Penelitian tersebut berawal dari uji cobanya yang mempelajari fenomena gerhana matahari. Ibnu Haitham mencoba untuk membuat lubang kecil pada dinding dimana sinar matahari akan diproyeksikan melalui suatu permukaan datar. Dari hasil kajian tersebutlah tercipta sebuah produk bernama kamera yang hingga saat ini bermanfaat untuk umat manusia.

Penemuan Ibnu Haitham tentang kamera obscura menjadi dasar penelitian-penelitian selanjutnya tentang kamera. Seperti pada tahun 1501 hingga 1576 (5 abad setelah ditemukannya kamera obscura), seorang ilmuwan bernama Cardano Geronimo mencoba memperbarui penelitian Ibnu Haitham dengan mengganti lubang bidik menjadi lensa kamera. Sejak saat itu, kamera terus mengalami perkembangan yang lebih modern dari para ilmuwan-ilmuwan baru.

Kecerdasan Ibnu Haitham di Bidang Lain

Meskipun Ibnu Haitham dari bukunya yang bertajuk Kitab al-Manazir lebih dikenal sebagai ilmuwan fisika di bidang optic, namun faktanya ia sudah berjasa pada lebih dari 200 penelitian di bidang lain yang berguna untuk menunjang kehidupan manusia.

Selain mengkaji di bidang sains, Ibnu Haitham juga banyak mengkaji tentang filsafat seperti pada persoalan logika, metafisika hingga urusan agama. Tulisan-tulisannya tentang ilmu filsafat yang membahas pertikaian diantara manusia patut diperhitungan. Misalnya pada pendapatnya tentang kebenaran adalah satu, sehingga untuk mendapatkan kebenaran tersebut memerlukan pendapat-pendapat yang berunsur dari kenyataan yang bisa digambarkan dengan rasional. Pendapat inilah yang menjadi salah satu rujukan para ilmuwan filsafat di beberapa abad kemudian.

Tak cukup disitu saja, Ibnu Haitham juga pernah merambah dunia astronomi dengan karyanya yang melukiskan gerakan planet-planet yang tidak hanya secara eksentrik maupun episiklus, namun juga dalam model fisik. Karyanya ini juga turut menjadi dasar pemikiran ilmuwan barat di jaman Johannes Kepler.

Dari penjelasan diatas tentang Ibnu Haitham, membuktikan bahwa ilmuwan tidak hanya berasal dari barat saja, namun kaum muslim pun pernah ikut andil dalam penelitian-penelitian hebat.

You may also like...