Kehidupan Islami Paul Pogba

“It’s a very difficult moment but you cannot give up. We can’t let them get in our heads, we have to fight for it. Sad things happen in life but you cannot stop living.

“You cannot kill a human being. To kill a human being… it’s something crazy, so I don’t want to put religion on it. This is not Islam and everybody knows that. I won’t be the only one saying that.”

Kurang lebih itulah yang dikatakan Paul Pogba pada sebuah wawancara dengan majalah Esquire. Ia tidak mempercayai bahwa kejadian itu benar-benar terjadi, terlebih karena peristiwa itu terjadi pada konser Ariana Grande dan tepat dua hari sebelum pertandingan final Manchester United dengan Ajax.

Kata-kata Paul dalam interview-nya diterjemahkan sebagai berikut.

“Ini merupakan masa-masa yang paling sulit namun kalian tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan mereka mempengaruhi kita, kita harus dapat melawannya. Hal-hal menyedihkan memang terjadi dalam hidup tapi kalian tidak boleh berhenti untuk hidup.”

“Kalian tidak boleh membunuh sesama manusia. Untuk membunuh sesama manusia.. itu adalah hal yang gila, jadi saya tidak akan menyangkutkannya dengan agama. Ini bukanlah Islam dan semua orang mengetahui itu. Saya tidak akan menjadi satu-satunya yang mengatakan itu.”

Meskipun tinggal di Negara dimana muslim adalah minoritas, Paul termasuk salah satu tokoh terkenal yang tidak ragu untuk menunjukkan keislamannya. Baru-baru ini pada tahun 2017, pemain termahal Manchester United ini mengawali bulan suci ramadhan 1438 H dengan mengunjungi kota suci Mekkah di  Arab Saudi untuk melakukan salah satu ibadah sunnah yaitu umrah. Ia pun membagikannya dalam instagram miliknya seraya mengucapkan selamat kepada para followers akun instagram miliknya itu.

“Bon Ramadhan to all my brothers and sisters, may Allah forgive our sins and accept our prayers. Ramadan is about getting closer to God, no sins, praying on time, donating, helping people in need. Nobody is perfect but we all can get closer! We must not hate anybody we must all love each other.”

Sebelum menjalani umrahnya di tahun 2017, Paul Pogba sudah terlebih dahulu menjalani ibadah haji pada tahun sebelumnya. Sungguh merupakan suatu hal yang patut dicontoh dalam menunjukkan rasa syukur kepada Allah Sang Pencipta alam semesta yang telah memberikan semua yang kita butuhkan.

Dengan kehidupan Islami yang sangat diagungkannya, lantas banyak orang bertanya bagaimana seorang Paul Pogba dapat menjadi seorang muslim.

Dilansir dari Quora, disebutkan bahwa Paul Pogba memeluk Islam setelah sebelumnya dikenalkan oleh ibunya, Yeo Moriba, yang merupakan seorang wanita penganut Islam. Paul menganggap ibunya adalah inspirasinya dan menjadikan beliau sosok yang paling berpengaruh dalam hidupnya.

istimewaPada masa kecilnya, Yeo Moriba membawa Paul dan kedua saudara kembarnya untuk tinggal di sebuah daerah di dekat kota Paris dimana obat-obatan terlarang dan kehidupan liar bukan lagi hal yang aneh, namun ibunya tetap menjaga mereka untuk selalu terhindar dari barang-barang terlarang tersebut.

Bahkan salah satu tetangga mereka dahulu berkata bahwa Yeo Moriba selalu menginginkan yang terbaik bagi ketiga putranya tersebut dan tidak ada kaitannya dengan uang. Yeo sangat menyayangi ketiganya tanpa peduli apapun dan hanya menginginkan kebahagiaan dalam hidup mereka.

 

Siapa yang dapat menyangka kalau kini putra kecil yang sangat dijaganya sudah menjadi pesepakbola dengan bayaran termahal?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.