“Halal Tourism Industry” Projek Terbaru Kementerian Pariwisata di Tanah Air

Islamisasi pariwisata atau komersialisasi dengan label halal? Pro dan kontra terus bergulir sejak Menteri Pariwisata pada akhir 2017 silam sempat mengkampanyekan program terbaru mereka tentang industri wisata halal di Indonesia. Menurut Lokot Ahmad Enda selaku Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar RI, seperti yang dilansir dari Liputan6.com mengatakan bahwa wisata halal bisa menjadi generator besar bagi pendapatan pariwisata tanah air di tahun 2020 mendatang. Menurutnya, industri pariwisata halal cukup menjanjikan mengingat banyaknya touris manca yang beragama Islam masuk ke Indonesia setiap tahunnya. Melalui projek baru ini, diperkirakan akan terjadi peningkatan wisatawan muslim dari berbagai negara yang berlibur ke Indonesia.

Hingga saat ini sebenarnya sudah banyak wisata halal yang lebih umum disebut wisata religi seperti ziarah ke makam para sunan, wisata budaya ke candi-candi ataupun dengan mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Wisata-wisata tersebut seakan tak pernah lekang oleh waktu meskipun sudah banyak tempat wisata lain yang lebih indah dan populer.

Wisata Halal sebagai Bentuk Percepatan Pariwisata di Indonesia

istimewa

Foto: poster Iklan wonderful Indonesia

Wisata halal seperti yang digencarkan oleh Kemenpar memang diprediksi akan menjadi tren di beberapa tahun kedepan. Secara khusus, program ini memang diperuntukkan untuk wisatawan muslim baik dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan dalam hal pelayanan pun wisata halal menganut peraturan islam dan terdapat beberapa fasilitas yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan muslim. Meskipun dibuat untuk menarik perhatian kaum muslim, jenis wisata ini tak menutup pintu bagi wisatawan non-muslim.

Mengapa ada istilah wisata halal?

istimewa

foto: logo campaign wisata halal dari Kemenpar

Pemerintah menghitung bahwa pendapatan pariwisata global yang dihasilkan dari wisatawan muslim mencapai 142 miliar dollar setiap tahunnya. Diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga 6-9%. Sehingga dengan data ini menunjukkan bahwa pasar wisatawan muslim secara global memang sangatlah besar dan memiliki prospek bagus bagi pariwisata Indonesia. Jadi gampangnya, wisata halal seperti yang sedang populer saat ini muncul karena adanya permintaan pasar pariwisata oleh wisatawan muslim.

Dalam praktiknya, industri wisata halal akan mempromosikan produk-produk dan fasilitas di lokasi wisata yang sesuai dengan kebutuhan kaum muslim. Produk tersebut antara lain seperti kemudahan menjangkau tempat beribadah, air yang cukup untuk wudhu, gaya wisata yang bernuansa islam, lokasi yang bebas dari hal-hal yang berbau haram serta pelayanan yang sesuai dengan syariah. Bahkan bisa saja secara khusus industri wisata halal membuat tempat rekreasi yang memisahkan antara kaum laki-laki dan perempuan.

Terlepas dari bagaimanapun praktiknya di lapangan, wisata halal masih menuai polemik dan kritikan dari beberapa pihak. Jika sebelumnya disebutkan bahwa wisata ini bertujuan untuk membatasi wisatawan, namun kenyatannya justru semakin menambah dan memperluas pasar wisatawan. Tidak bisa dipungkiri bahwa tren wisata halal memang memiliki tujuan khusus yakni menarik perhatian muslim dunia untuk berwisata secara aman dan nyaman sesuai syariat islam di industri pariwisata halal di Indonesia. Muslim dunia akan dibuat tertarik melalui penawaran tempat wisata yang jauh dari image negatif. Selain itu karena tidak adanya larangan bagi kaum non-muslim untuk mengunjungi wisata halal, tentu wisata seperti ini menjadi daya tarik sendiri bagi mereka.

Meskipun begitu, jika dilihat dalam perspektif yang positif, wisata halal merupakan gaya hidup baru yang patut diapresiasi. Dengan adanya projek baru ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan muslim yang ingin berwisata secara nyaman.

You may also like...